Friday, April 22, 2016

Step by Step, Plans for Study aboard to Japan

Japan is a country that have interesting culture and high technology. However it’s a small country but the citizen have good work ethic and the best in team work. That characters which had built Japan up, they never stop when their work haven’t finished and it’s like we can say “An American professor easily can defeat a Japanese professor, but ten American professor in team work can’t defeat ten Japanese professor in team work”. The Character of Japanese are formed since in childhood so it’s become a habit and then the way of life, whatever sector they are struggling. The characters and habits of Japanese is one of reasons to study overseas at Japan, so besides we get the knowledge (sciences and technologies) we can get mind set (include characters and habits) of Japanese too. So we can help to build Indonesia like Japan use it.
Certainly when we want to study abroad at Japan mainly with scholarship, we must prepare many things such as immigration documents (passport and visa etc. if you haven’t before), academic documents (academic transcript, research proposals, and recommendation letter), curriculums vitae, essay relate with study, certificate of health, letter of acceptance, certificate of proficiency (TOEFL, IELTS, or JLPT), and much more. Furthermore we should prepare how to communicate with our supervisor or professor, adaptation with Japanese culture and food, adaptation with weather and season, etc. The point is we must have qualify that university and scholarship needed.
The documents is surely we have to prepare and even on our hand after we have an idea to study aboard. The first and the most important is language proficiency. When we want to have language proficiency we must make the language as our habit every day. For the example if we want to improve our English ability we must use English everyday. We just try to listening English music, watch English movies with English subtitles, play a game like RPG genre with English conversations, write our love letters or messages in English, and the enjoyable to do is I often listening VOA English Report from YouTube and try to speak as the reporter. Although we can learn English with self-taught, it’s still to learn in language center to make our English ability improve perfectly. Because when we improve English ability with autodidact it’s only use to communicate in English, and the listener is know everything what we mean without care about the grammar. Even though besides we tell our ideas in oral to make the listener understand, sometimes we have to write our idea and it’s important to care about the grammar. So study English in language center is highly recommended when we want to improve English perfectly. The point if we want fluent in English make it as habit anywhere and everyday.
  Study aboard to Japan is difficult but it’s possible for common family. Scholarship is one of ways for everyone continue their education in Japan. So we should to collect the information how to apply study in Japanese University. The first, we can visit university’s website and looking for the admission and scholarship. It’s better to compile the information on our databases, what are general requirements and specific requirements that university needed. The databases are very useful to prepare ourselves with every university requirements.
LOA or Letter of Acceptance is magic letter that we should to have it when we want study aboard not only Japan but also anywhere. When we have it, 99% we will continue our education because many scholarship need LOA when we want to apply it, but depend on our effort to struggling too. How to get the LOA? It have many way, the challenging way is we have to find a professor and communicate if we have ideas and want to help his project that relate with our field. Usually the professor will request us to make a research proposal, and certainly we must create it. For example, your field in undergraduate is material physics you can get LOA with find the professor that have or may be have projects in material science, you can find it in the website of university. After that it’s depend on our communication with the professor, something that we must remember is the professor surly busy man so we must patient when contact the professor. After we create good communication and the professor begin interest to our ideas, create our research proposals however the professor isn’t request. At the right time you should ask that you want to help professor’s project and to become our supervisor. If the professor accept the ideas and proposals, we will be given the LOA.
Knowledge of Japanese culture is important to prepare. Because if we have it, it will be easily after we arrive in Japan and have to adapt with the Japanese culture. We can watch Japanese-themed movies and documentary videos, join to Japanese cultural exhibition, listen Japanese radio, etc. to know the Japanese Culture.
It’s all summary the story of my preparation to study in Japan. Ganbatte Kudasai!!!

Margi Fitriawan, Department of Physics Semarang State University, Material Science and Engineering Kyoto University 2017. ^_^

Youth Connection 2016 - MITI Kluster Mahasiswa 

Saturday, June 6, 2015

Heh... Kamu, iya kamu! : Sebuah Awal Permulaan

Untuk sebuah nama....
entah apa yang kurasa ini padamu. aku selalu mendengar suaramu tawa mu, bahkan senyum manismu selalu ada dan terbayang tepat didepan mataku.

Ospek, acara yang harus kita ikuti sebelum resmi jadi mahasiswa. Gak jauh beda sama MOS waktu SMP SMA, dibagi jadi kelompok-kelompok disuruh ini itu, ya begitulah. Sebelum hari-H ada kumpul kelompok untuk membahas beberapa hal terkait ospek. Pendamping ospek minta sore hari untuk berkumpul. Oke, aku dateng sesuai waktu on-time! eh sial ditempat janjian cuma ada seorang cewek kurus berambut pajang dikucir. Aku samperin...... degggggggggggg -_-

Awal aku bertemu dia sore itu, merasa ada sesuatu yang spesial dia (hal yang istimewa dan apa itu aku juga tak tau) sehingga akupun sangat ingin tau namanya saat itu juga, yang biasanya bahkan aku tak peduli nama orang yang baru aku kenal. Serasa nyaman berada di dekat nya. Entahlah waktu itu aku tak terlalu memikirkannya, ya mungkin saat itu karena aku sedang patah hati, beberapa bulan yang lalu putus pas mau UN.
Ospek, acara yang menurutku membosankan dan cuma ajang pamer dari kakak kelas. Ya tapi gimana lagi mau gak mau harus ikut. Pas ospek semua harus ikut dalam satu kelompok untuk semua agenda, dia termasuk. kenapa ya, setiap meliat kehadirannya aku selalu ingin dekat semakin dekat, seperti ingin medapatkan kenyamanan saat pertama kali bertemu sama dia sore itu. Apa aku suka dia ya?. Tapi bodo amatlah aku gak mau tak pikir. Lagi males deket sama cewek.

Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, dan hari demi hari mengikuti ospek bareng dengan kelompokku. Bercanda bareng, ketawa bareng, dimarahi pendamping bareng. What the hell, aku kebayang dia terus, wah aku beneran suka dia apa ya?. Ya tapi aku mencoba berpikir logis, ya mungkin tadi habis putus. Aku gak mau suka sama dia cuma karena buat pelarian, aku bukan tipe kayak gitu. Mending enggak sama sekali daripada entar malah saling nyakiti perasaan, halah ngomong apa to ^_^. Hari terakhir ospek mungkin hari melelahkan disitu semua lelah terkumpul hahaha, aku pun yang sering olah raga, seenggaknya renang 2 kali seminggu tetep kecapekan. Dia yang kurus itu pun sudah hampir dipastikan sangat kelelahan, dan benar dia jatuh sakit. Aneh banget -_-, emang aku siapanya dia pas itu kenapa bisa khawatir banget tapi ya bisa apa aku, ya paling bisa berdoa dalem hati. ya Allah, kayaknya bener dah aku suka sama dia, tapi apa iya... slow aja lah :D

Pas hari-hari ospek, emang kadang kalo udah sampe di kos aku sms dia, entah bercanda apalah. Kadang aku juga mulai deketin temen akrabnya, dengan tujuan awal kalo emang ntar beneran suka sama dia aku udah siap informannya.......To Be Continued


Friday, November 28, 2014

Nuclear Youth Summit 2014 - "Let's Start the Future Today" - part 1

Ketika pertama kali mendengar kata nuklir yang ada dibenak kita pasti adalah bom yang akan menghangus ratakan semua yang ada. Memang tak bisa dipungkiri nuklir memang dapat menjadi senjata yang sangat berbahaya karena efeknya akan tetap akan dirasa setelah berpuluh-puluh tahun bahkan sampai ratusan tahun. tetapi bom nuklir jugalah yang menghentikan perang dunia kedua ketika Kota Hiroshima dan Nagasaki, Jepang dijatuhi bom nuklir oleh Amerika sebagai aksi balas dendam atas penyerangan Pearl Harbour, hal itulah pula salah satu pemercepat kemerdekaan Indonesia kita tercinta. 

Kembali ke Judul "Nuclear Youth Summit 2014", NYS 2014 adalah acara konferensi tentang nuklir tingkat regional ASEAN dan Australia yang diadakan pada tanggal 22-24 November 2014, disini kami saling berbagi ilmu terkait aplikasi nuklir dalam berbagai bidang seperti kedokteran, pertanian, industri, energi alternatif dan lain sebagainya. NYS mempertemukan seluruh mahasiswa serta penggiat nuklir dari berbagai Universitas, Insitusi dan Negara di ASEAN serta Australia. Acaranya sendiri diadakan di hotel mewah bintang 4 di daerah kuning Jakarta Selatan, yaitu Hotel Royal Kuningan. 

Untuk mengikuti NYS ini tidaklah bisa dibilang mudah, tapi tidak juga bisa dibilang susah, Kita harus menulis motivation letter, pengetahuan tentang nuklir, dampak aplikasi teknologi nuklir terhadap MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN). Untuk delegasi Indonesia diambil sekitar 120 orang dari seluruh Indonesia dari kalangan mahasiswa, dosen, dan proffesional. Tetapi untuk porsi terbanyak dari kalangan mahasiswa.

Pada hari pertama acara NYS ini dimulai denganregistrasi dan "meet and greet" bersama kelompok yang sudah dibagi sebelumnya, aku sendiri masuk dikelompok G yang berisi mahasiswa dan dosen dari berbagai kampus dan instansi yang dimpipin LO mas Ahmad Hamdani (Aslinya sih dek soalnya dia baru semester 3, pas itu aku semester 5) ada yang dari UGM, UB, UNSOED, UNPAM dan sebagainya. Pertama saat berkumpul memang masih ada rasa canggung diantara kami, tapi lama-kelamaan seiring berjalan waktu mulai timbul perbincangan-perbincangan seru diantara kami. Kemudian dilanjutkan dengan sesi seminar diawali dengan grand opening yang isinya biasa sambutan-sambutan, Seminar pertama diisi oleh Dr. A. Irej Jalal perwakilan dari IAEA (International Atomic and Energy Agency) dari Pakistan dengan tema "Nuclear Techmology Application : Youth and Future Challange" yang bahasa Indonesianya "Aplikasi Teknologi Nuklir : Pemuda dan Tantangan Masa Depan". Pada Seminar ini kami di ajarkan bahwa peran pemuda dalam perkembangan teknologi yang sangat pesan tidak lepas dari peran pemuda

Friday, August 8, 2014

Mimpi, Kenyataan, Manusia Berusaha, dan Allah Berkuasa

Mimpi adalah langkah pertama yang perlu dilakukan untuk menggapai cita-cita, menurutku sih mimpi di sini berarti memvisualisasikan cita-cita kita di masa depan dalam pemikiran sehari-hari, tapi  seringkali  ada komentar “apakah dengan bermimpi kita dapat mewujudkan cita-cita?”. Oke mungkin pertanyaan itu muncul seketika, jawaban sederhana yang aku berikan Cuma  “Kalau bermimpi aja kamu gak berani apa lagi buat mewujudkannya?”. Tentu dengan hanya bermimpi tidak lantas cita-cita kita akan terwujud , tetap harus berusaha. Nah berikut salah satu peranan dari mimpi-mimpi kita semua,  dengan bermimpi pasti kita akan ada perasan greget untuk mewujudkannya, apalagi jika mimpi tersebut mengiringi aktivitas kita sehari-hari, tentu kita akan ada greget dan akhirnya take action untuk mewujudkannya, pada awalnya memang sepertinya tidak ada efek dari mimpi kita tadi, tapi rasakan mometumnya lama-kelamaan aku jamin 100% akan merubah hidup kita. Karena dengan awalan mimpi-mimpi tersebut lama-kelamaan ada rasa ingin segera merubah mimpi tersebut menjadi kenyataan tentunya dengan cara berusaha. Sebenarnya antara mimpi dan kenyataan hanya terpisah tirai tipis tinggal waktu yang akan membukanya, mungkin butuh waktu satu jam, sepuluh jam, sehari seminggu, setahun, sepuluh tahun, tergantung dari mimpi dan cara kita mewujudkannya (usaha), mungkin ini terdengar aneh tapi cobalah untuk dilakukan mungkin dalam waktu akan ada hal tak terduga menghampiri anda. Oh iya, mimpi kita ini juga dapat berfungsi sebagai doa, karena mimpi adalah salah satu bentuk prasangka, ingat dengan hadist yang intinya “Allah beserta prasangka hambanya”, dari situ mimpi dapat menjadi doa kita kepada  Tuhan kita. Doa akan pas dan lebih berdampak dengan adanya rasa syukur, rasa syukur disini adalah untuk apa yang sudah kita miliki dan capai sekarang, juga untuk mimpi cita-cita kita yang akan terwujud cepat atau lambat, ya dalam rasa syukur yang kita panjatkan rasakan bahwa apa yang sebenarnya belum tercapai sudah tercapai sekarang, ini juga dapat menjadikan perasaan bahagia dan semangat kita. Seperti yang tertuliskan sebelumnya bahwa untuk menggapai semua mimpi dan cita-cita tetap perlu adanya usaha, ini merupakan rangkaian langkah yang kedua yang perlu kita jalanani ibarat usaha disini adalah eksekusi program, sedangkan mimpi merupakan planingnya. Dalam berusaha tentunya ada kalanya semangat naik turun, persis grafik sinusoidal, ya begitulah memang kita sebagai manusia biasa tak bias mengelaknya. Jika kemungkinan buruk tersebut terjadi, ingat kembali impian-impian serta cita-cita yang telah kita bangun, semoga ini dapat menjadikan charge buat baterai semangat kita sehingga kita dapat melanjutkan usaha untuk membangun cita-cita kita. Berusahalah semaksimal mungkin, insya Allah akan mendapat hasil yang maksimal pula, jika pun tidak mendapat hasil yang masksimal pasti ada hikmah di balik semuanya, mungkin supaya kita lebih memaksimalkan usaha kita lagi, yang peting kita berusaha terus hasilnya serahkan pada Allah, “Kita berusaha, Allah berkehendak”. Hal yang terpenting lainnya adalah dalam berusaha kita harus ikhlas dan berasal dari hati yang paling dalam ketika melakukannya, bukan paksaan dari orang lain serta tidak setengah-setengah, terlanjur basah jadi sekalian menceburkan diri saja. Selanjutnya ketika kita sudah berusaha hal yang kita perlu lakukan adalah tawakal dan terus berdoa agar apa yang telah kita usahakan diberi kemudahan dengan hasil yang sesuai dengan yang kita harapan. Sebagaimana kita manusia biasa harus tetap menerima keputusan dari Tuhan, Allah S.W.T, sehingga kita perlu untuk berdoa kepada Allah, berdoa supaya diberi hasil yang terbaik untuk kita, memang keputusan Allah yang sesuai keinginan kita adalah baik menurut kita, tetapi apapun keputusan-Nya adalah yang terbaik untuk kita, apalagi jika keputusan terbaik menurut-Nya dan sesuai dengan keinginan kita itu adalah kebahagian yang luar biasa, yang perlu diingat apapun keputusan yang diberikan adalah yang terbaik untuk hambanya, mungkin jikapun gagal atau hasil yang kita dapatkan terlihat seperti musibah bagi kita mungkin ada atau aka nada anugrah yang luar biasa akan dating, sehingga tunggu saja saat Allah tersenyum dan berkata, ‘Inilah jalan terbaik yang kuberikan untukmu’ ketika melihat kita sedang berbahagia.